Pertumbuhan Energi Terbarukan di Afrika


Selamat datang di ngepost.com, ada artikel baru tentang  Pertumbuhan Energi Terbarukan di Afrika

Pertumbuhan yang didorong oleh hijau masih merupakan aspek terbelakang dari ekonomi Afrika dan para pemimpin Afrika umumnya memiliki insentif terbatas untuk menjadikan pasokan energi hijau menjadi prioritas strategis. Namun, dengan pertumbuhan pusat kota yang diantisipasi di seluruh benua, ada contoh di mana energi terbarukan dipromosikan dan proyek sedang dikembangkan di berbagai negara dan wilayah Afrika.

Ketika Anda memikirkan Afrika, Anda langsung memikirkan hari-hari cerah yang panjang, jadi di mana lebih baik daripada berinvestasi di panel surya di benua Afrika? China jelas percaya demikian dan saat ini merencanakan proyek tenaga surya di empat puluh negara Afrika. Pada Juni 2011, sebuah studi kelayakan sedang dilakukan untuk mempertimbangkan pemasangan panel surya di atap rumah sakit, sekolah dan struktur lainnya. Menurut Sun Guangbin, Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Cina untuk Impor dan Ekspor Mesin & Produk Elektronik, Kamar tersebut telah diberi izin untuk mengeluarkan antara 10 dan 20 juta Yuan untuk pemasangan panel surya di Afrika.

Afrika Selatan memimpin dalam energi terbarukan dan beberapa bisnis telah membentuk Asosiasi Energi Nasional dan Asosiasi Energi Alternatif. Mereka telah mengadakan lokakarya dan bekerja dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan mengenai desain dan pengembangan energi terbarukan. Cape Town, khususnya, telah menempatkan dirinya di jalan yang benar. Pada tahun 2004 pemerintah kota berkomitmen untuk memperkenalkan pemanas air tenaga surya di seluruh kota dan pada tahun 2005 mendirikan kantor khusus untuk pembiayaan energi terbarukan dan subsidi. Di Afrika Selatan ada investasi besar dalam perencanaan menuju pengembangan industri angin skala besar, tetapi saat ini diperlambat oleh perjanjian pembelian tenaga listrik yang sudah mapan.

Di Afrika Utara saat ini ada beberapa proyek pembangkit listrik tenaga angin dalam tahap pengembangan yang akan beroperasi tahun ini dan akan sangat meningkatkan kapasitas tenaga angin yang terpasang di Afrika. Afrika Selatan, Kenya, Nigeria dan Uganda semuanya sedang mengeksplorasi dimasukkannya tenaga surya yang terhubung ke jaringan ke dalam kebijakan tarif feed-in energi terbarukan nasional. Perusahaan dengan kapasitas produksi lokal akan menjadi yang pertama memasok teknologi fotovoltaik surya.

Pasar energi terbarukan Sub-Sahara berada di jalur untuk mengalami pertumbuhan yang cepat dengan pemerintah di wilayah ini mengumumkan proyek-proyek baru secara teratur. Pasar tenaga surya off-grid mereka diperkirakan akan tumbuh sebesar 10% setiap tahun selama empat tahun ke depan. Pertumbuhan memang ada tetapi lambat, apakah Afrika akan mencapai target perubahan iklim 2050 adalah masalah lain.



Source by Armand Coetee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Energi dalam 30 Tahun Ke Depan

Selamat datang di ngepost.com, ada artikel baru tentang Energi dalam 30 Tahun Ke Depan Kita sekarang berada pada tahap awal dari revolusi energi yang mendalam dan cepat seperti yang mengantar era minyak di abad ke-21. Sistem energi baru ini – sangat terdesentralisasi, efisien, dan semakin berbasis pada sumber daya terbarukan dan bahan bakar hidrogen – […]

Pelatihan Energi Matahari – Saatnya Belajar Keterampilan Terbarukan?

Selamat datang di ngepost.com, ada artikel baru tentang Pelatihan Energi Matahari – Saatnya Belajar Keterampilan Terbarukan? Seperti kita ketahui bahwa energi hijau telah mendominasi masa kini dan sangat diharapkan bahwa energi hijau juga akan mendominasi masa depan. Dengan kelangkaan sumber daya alam dan pembatasan pada mereka, energi matahari adalah solusi lengkap untuk semua masalah. Banyak […]